Apakah Crypto Aman? Dasar Hukum dan Mekanisme Crypto

Di era modern, Crypto menjadi topik yang hangat diperbincangkan oleh publik. Hal ini tentu dipengaruhi oleh naiknya pamor Crypto di perdagangan internasional. Namun nyatanya tidak sedikit orang yang masih kurang paham dengan istilah ini.

Crypto merupakan mata uang digital yang terenkripsi dengan logaritma canggih untuk mengatur dan memantau penggalangan dana dan transaksi online lainnya.

Mengenal Crypto

Cryptocurrency atau lebih dikenal dengan crypto adalah mata uang digital yang dapat anda gunakan untuk membeli barang dan jasa di pasar digital. Transaksi pembayaran yang dapat ditukar dengan barang dan jasa secara online atau untuk investasi keuntungan.

Kripto juga merupakan bentuk uang yang memiliki informasi digital dan dienkripsi dengan logaritma yang canggih untuk mengatur dan memantau penggalangan dana dan transaksi online lainnya.

Legalitas Crypto

Penggunaan crypto juga seperti mata uang normal, seperti Dolar Amerika Serikat atau mata uang lainnya. Namun demikian, penggunaan cryptocurrency saat ini tidak diatur oleh bank mana pun, termasuk Bank Indonesia sebagai bank sentral nasional. Aset kripto masih dilarang sebagai alat pembayaran.

Akan tetapi, anda dapat menggunakan kripto sebagai alat investasi atau sebagai komoditas perdagangan di bursa berjangka. Selain itu, perdagangan Crypto di Indonesia disetujui dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sehingga jika anda ingin berinvetasi crypto, maka hal tersebut sah untuk dilakukan.

Dasar Hukum Perdagangan Crypto

Bappebti telah merilis publikasi berjudul Crypto Assets yang isinya menerangkan tentang dasar hukum perdagangan crypto, yaitu

  • UU No. 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
  • Peraturan Kepala Bappebti Nomor 3 Tahun 2019 tentang Komoditi Yang Dikenakan Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif Lain Yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto.
  • Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Aset Fisik Kripto di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Terkait Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi Di Bursa Berjangka
  • Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Pelaksanaan Pasar Fisik Aset Kripto Di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 Ketentuan Teknis Pelaksanaan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Apakah Crypto aman?

Tentu sebagian orang yang masih awam akan mempertanyakan keamanan dalam berinvestasi crypto. Berkut beberapa hal yang wajib anda ketahui, diantaranya

  • Sebagian besar perusahaan crypto membuat mata uang mereka sendiri.
  • Tokens filled. Perusahaan juga dapat menggunakan sistem buku besar atau buku besar online. Buku besar ini berisi identitas pengguna anonim, saldo cryptocurrency, dan catatan transaksi.
  • Sistem ini dilengkapi dengan firewall dan kriptografi yang kuat untuk memastikan semua transaksi online terpantau dengan aman.
Cara Perdagangan Crypto

Dilansir dari publikasi Bappebti, berikut merupakan cara kerja cryptocurrency, yaitu

  1. Anda harus membuka rekening dengan Crypto Asset Commodity Trader.
  2. Setelah melalui serangkaian prosedur Know Your Customer (KYC), anda dapat disetujui menjadi nasabah, sehingga memiliki rekening untuk bertransaksi.
  3. Melakukan transaksi melalui Crypto Asset Commodity Merchants (Exchanger).
  4. Transaksi dapat berupa penukaran (pembelian) aset dengan Uang Kertas (IDR) atau sebaliknya. Anda juga dapat bertukar antara aset kripto dengan membeli atau menjual asset tersebut.
  5. Lakukan setoran dana ke Akun Terpisah dari Pedagang Komoditas Aset Kripto (Bursa).
  6. Dana di akun digunakan untuk membeli Aset Kripto. 70% dari dana akan disetorkan ke lembaga kliring dan 30% akan disetorkan ke Pedagang Komoditas Aset Crypto.
  7. Transaksi aset Kripto (kunci publik dan privat) akan disimpan oleh Pedagang Komoditas Aset Kripto di Pengelola Penyimpanan.
  8. Ada catatan keuangan antara Crypto Asset Commodity Trader dan Futures Clearing House termasuk catatan kepemilikan aset crypto.
  9. Lembaga Kliring Berjangka akan memverifikasi jumlah keuangan dengan aset kripto di Manajer Penyimpanan.
  10. Melaporkan data transaksi dari Pedagang Komoditi Aset Kripto, Lembaga Kliring Berjangka dan Pengelola Penyimpanan ke Bursa Berjangka sebagai acuan harga dan pengawasan pasar.

Setelah mengetahui keamanan dalam bertransaksi Crypto berdasarkan legalitas, dasar hukum, dan mekanismenya, tentu anda tidak akan khawatir saat memutuskan untuk berinvestasi dengan mata uang digital tersebut. semoga bermanfaat

Leave a Comment

Your email address will not be published.