8 Rekomendasi Investasi yang Aman Untuk Pemula Terbaik

Mempunyai investasi merupakan salah satu aset berharga bagi kita di kemudian hari. Investasi bisa menjadi dana pensiun kita kelak dihari tua ketika sudah tidak bekerja lagi, dan seiring perkembangan zaman banyak orang yang telah menyadari pentingnya investasi.

Investasi yang Aman Untuk Pemula

Akan tetapi bagi seorang pemula dalam dunia investasi tentunya kita sering bingung untuk memilih jenis investasi apa yang menguntungkan. Jika tujuannya adalah untuk hari tua, tentunya investasi yang dipilih adalah investasi jangka panjang. Bila Anda masih bingung memilih jenis investasi apa yang tepat untuk pemula, berikut beberapa rekomendasi investasi yang aman untuk pemula :

1. Emas

Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi dalam bentuk emas merupakan investasi yang paling mudah dan aman sejak jaman dahulu. Harganya yang relatif stabil dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu merupakan pilihan tepat untuk seorang pemula.

Kita hanya perlu membeli emas baik batangan maupun dalam bentuk perhiasan dan kemudian disimpan dalam waktu yang lama. Mempunyai tabungan emas layaknya mempunyai tabungan konvensional yang dapat dicairkan sewaktu-waktu. Investasi emas juga mempunyai resiko yang sangat kecil sehingga cocok untuk Anda yang tidak suka mengambil resiko.

2. Reksadana

Jenis investasi selanjutnya yang bisa Anda pilih adalah reksadana, meskipun Anda minim pengetahuan dan pengalaman dalam dunia investasi tidak perlu khawatir. Sebab reksadana merupakan aset investasi yang akan dikelola oleh pihak manajer investasi.

Singkatnya, reksadana merupakan sebuah wadah untuk menampung dana dari pemodal (masyarakat) dan dana ini akan dikelola oleh manajer investasi yang teruji dan terpercaya. Ada beberapa produk reksadana yang dapat memberikan keuntungan tinggi untuk investor seperti :

Reksadana sahamArchitas Saham Dinamis27,32% / tahun
Cipta Ovo Ekuitas42,56% / tahun
Mandiri Dynamic Equity31.61% / tahun
Reksadana CampuranSucorinvest Anak Pintar44,07% / tahun
Sucorinvest Citra Dana Berimbang43,24% / tahun
Syailendra Balance Opportunity Fund36,89% / tahun
Reksadana Pendapatan TetapBahana Pendapatan Tetap Utama 242,06% / tahun
Mega Asset Mantap Plus26,13% / tahun
Trimegah Dana Tetap Nusantara11,83% / tahun
Reksadana Pasar UangBahana Kas Syariah Fund22,78% / tahun
Batavia Dana Kas Gebyar120,74% / tahun
Danareksa Gebyar Dana Likuid II72,90% / tahun
Reksadana TerproteksiBahana Progressive Protected Fund 178106,92% / tahun
Indeks Harga Saham Gabungan24,53% / tahun
Sucorinvest Proteksi 2823,67% / tahun

3. Saham

Meskipun menyimpan resiko yang tinggi, namun jenis investasi saham juga banyak diminati khususnya untuk kalangan muda. Namun jangan langsung tergiur dengan embel-embel keuntungan besar bila Anda belum mempelajari tentang dunia saham.

Pelajari lebih dulu seluk beluk dalam dunia saham, instrumen investsai berupa saham lebih cocok untuk investasi jangka panjang untuk dirasakan manfaatnya. Umumnya investor bisa mendapat keuntungan dari saham dengan 2 cara yaitu :

  • Dividen : keuntungan yang akan kita dapatkan dari pembagian yang dilakukan oleh perusahaan terbuka.
  • Capital gain : keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menjual kembali saham yang kita punya ketika harganya melebihi harga beli, dari selisih harga jual dan harga beli inilah kita mendapatkan keuntungan.

4. Obligasi

Instrumen investasi lainnya yang bisa kita pilih adalah obligasi, singkatnya obligasi adalah surat utang. Obligasi sendiri dapat ditransaksikan di pasar BEI atau Bursa Efek Indonesia. Namun Anda harus tahu apa saja jenis obligasi yang diperjual belikan beserta keuntungan dan kerugiannya. Jadi investasi jenis obligasi juga membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk tiap pemainnya.

Beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan bila memilih instrumen obligasi adalah :

  • Profit akan dihasilkan dari capital gain di pasar sekunder.
  • Tingkat resikonya yang relatif atau cenderung rendah.
  • Terdapat berbagai pilihan serinya.
  • Nilai rata-rata kupon yang diberikan secara periodik di atas bunga instrumen investasi berupa deposito.

5. Deposito

Bila Anda seorang pemula, instrumen investasi berupa deposito juga bisa menjadi pilihan. Sebab deposito sama seperti menabung, namun tabungan Anda ini akan menjadi investasi.

Instrumen yang satu ini mungkin telah banyak diketahui oleh masyarakat, tahun 2021 lalu bunga deposito di hampir setiap bank besar di Indonesia mencapai 2,75% per tahunnya dengan bunga simpanannya rata-rata 5%/tahun. Setiap bank tentunya mempunyai ketentuannya sendiri mengenai depositonya, namun secara umum adalah sebagai berikut :

  • Pilih bank, mendaftar dan kemudian memilih deposito.
  • Tentukan jumlah setoran deposito tiap bulannya.
  • Selanjutnya kita harus menentukan periode waktunya, umumnya sekitar 3, 6, 12, 24 bulan dan seterusnya.
  • Harus dipahami bahwa tabungan deposito tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo, sebab bila terpaksa diambil maka akan dikenai denda.
  • Anda tidak perlu khawatir akan tabungan deposito sebab sudah dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan.
  • Hal penting lainnya adalah pastikan Anda menerima surat berharga dari pihak bank yang dipilih untuk deposito Anda.

6. Properti

Bila Anda mempunyai modal yang kuat, maka instrumen investasi berupa properti bisa dipilih. Sebab hampir sama seperti emas, nilai properti juga cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Investasi yang masuk dalam jangka panjang ini memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, karenanya agar memberikan keuntungan perhatikan beberapa hal berikut sebelum memilih properti tertentu :

  • Pastikan bangunannya kokoh dan rapi.
  • Apakah desainnya menarik dan selaras dengan zaman maupun lingkungan.
  • Apakah akses ke lokasi properti mudah.
  • Apakah minat pasar terhadap properti tersebut tinggi.
  • Bagaimana pertumbuhan penduduk di sekitar properti tersebut.

7. Pertanian

Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang tidak ada surutnya. Sebab pertanian memang dibutuhkan oleh banyak orang, perusahaan di bidang pangan, hingga pasar mulai dari tradisional hingga modern.

Karenanya berinvestasi di sektor pertanian bisa memberikan keuntungan baik dalam jangka waktu singkat maupun panjang. Hal ini tergantung dari perkembangan pertanian dan jenis pertanian apa yang Anda pilih.

8. Peternakan

Sama halnya dengan sektor pertanian, sektor peternakan juga bisa menjadi instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan. Pangsa pasar sektor peternakan juga sama seperti pertanian yang tidak mengenal surut akan permintaannya. Karenanya memilih instrumen investasi di sektor peternakan bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda yang seorang pemula.

Leave a Comment

Your email address will not be published.